Pembuat Barcode

Buat barcode untuk produk, label, inventaris, dan karton pengiriman. Masukkan nomornya, pilih format, lalu unduh PNG yang tajam atau SVG vektor untuk dicetak. Digit cek dihitung otomatis.

Format
Tampilkan nomor di bawah

Teksmu tetap di perangkatmu. Semuanya diproses di browser kamu.

Cara memakai Pembuat Barcode

  1. Pilih format barcode, misalnya EAN-13 untuk produk ritel.
  2. Masukkan nomornya. Untuk EAN dan UPC, digit terakhir (digit cek) boleh dikosongkan.
  3. Unduh barcode sebagai PNG atau SVG dan uji dengan pemindai atau aplikasi ponsel sebelum dicetak.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah digit cek dihitung otomatis?

Ya. Untuk EAN-13 masukkan 12 digit, EAN-8 7 digit, UPC-A 11 digit, dan ITF-14 13 digit, lalu digit terakhir ditambahkan untukmu. Jika kamu memasukkan nomor lengkap, digit ceknya akan diverifikasi.

Bolehkah aku membuat nomor EAN sendiri untuk produk?

Alat ini hanya menggambar barcode. Untuk menjual produk di toko, kamu butuh nomor resmi yang terdaftar di GS1, organisasi barcode global (di Indonesia: GS1 Indonesia). Nomor EAN karangan sendiri bisa bentrok dengan produk lain.

Format mana yang sebaiknya kupilih?

EAN-13 (dipakai di Indonesia dan Eropa) dan UPC-A (Amerika Utara) untuk produk ritel, EAN-8 untuk kemasan kecil, dan ITF-14 untuk karton pengiriman. Code 128 bisa memuat huruf dan angka apa saja dan umum di logistik, sedangkan Code 39 dipakai untuk label internal sederhana.

PNG atau SVG?

SVG adalah file vektor yang tetap tajam untuk cetak dan label. PNG adalah gambar resolusi tinggi yang bisa dipakai di program apa pun. Butuh kode QR? Pakai Pembuat Kode QR.

Alat lainnya